XII of al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung 2009/2010

Tanggal 5 – 20 Ramadhan 1430 H, kami dikirim untuk melaksanakan PDL (Praktek Da’wah Lapangan) di cabang Muhammadiyah Kalibening, Banjarnegara.

Abdu Dzikrullah – Fahrudin – Ja’far Shodiq – Khoirut Tamami – Nasrudin – Nurul Setyawan – Utbah al Uswah, ditambah Kurniyanto dan Rori.

Fahmi Syariati – Fauzia Dian Ummami – Fitria Nur Chasanah – Hikmah an Nasiroh – Husnun Niswah – Ika Listiyani – Juwariyah – Khusna Tsani Amanati – Nunung Nur Jannah – Reni Hani’atul Munawaroh – Siti Khotijah – Siti Mukarromah – Siti Solekah – Tanti Sugiarti – Tri Khotimah.

24 anak. Dibagi menjadi 8 kelompok. Jadinya tiap kelompok ada ….hayo ada berapa hitung ayo hitung … 24 : 8 = … iya betul 3 . Pin….? pin…?pinter… he 29x…

3 kelompok untuk ikwan dan 5 kelompok untuk akhwat.

Mau ikut …? Ya sekarang dah selesai dong… tiap kelompok ada 3 anak. Ada yang di Bedahan, Sikumpul 2,3,1 dsb (dan saya bingung). He 29x…

Begitu. Acaranya ? banyak be ge te.

 

Gowongan adalah salah satu dusun/dukuh di desa Purwodadi kec, Tembarak, kab. Temanggung. Terletak di bawah lereng gunung sumbing. Meski tak seindah pelangi, namun keindahannya tetap dapat dirasakan oleh setiap ingsan.

Lihatlah saat fajar pagi menyapa dunia, di Gowongan ia seolah-olah memberikan salam kepada manusia. Pagi… di pagi buta, lantunan ayat suci mengalun syahdu dari sudut desa. Dengarkanlah lantunan itu dan kau kan dapati kesejukan yang mengalir dalam darahmu.

Dari lubuk hati yang terdalam, ucapkanlah tasbih saat kau melihat fajar pagi itu. Meski tak sesejuk embun pagi, namun di sini, di salah satu belahan bumi ini, engkau tahu, senyuman menghiasi indahnya malam ini.

Sahabat…

Kita tahu betapa liku kehidupan ini akan tetap ada dalam setiap gerik langkah kita. Kia tahu, saat nafas kita terhela oleh diri kita masing-masing, saat itulah lantunan kalimah thoyyibah mengalun syahdu dalam relung kalbu.

Sahabat…

Seribu satu macam perbedaan di antara kita pasti ada dan tak bisa kita pungkiri. Dan itu terjadi. sikap saling mengerti yang mampu menyatukan perbedaan itu. Akan ada sebuah kepiluan hati manakala kita tak mampu untuk mengerti akan semua hal itu.

Sahabat…

Begitu pula, kau tahu tentang diriku, tentang kekuranganku, tentang segala sedu sedan yang ada mengiringi gerak langkahku, tentang cerita yang telah lalu, saat ini, dan esok hari, tentang mimpi-mimpi di malam hari, tentang hatiku, dan tentang semuanya. Kau tahu itu. Dan akankah kau rela untuk menjauh hanya karena kekurangan yang aku miliki.

Sahabat…

Saat ini, tiada manusia yang sempurna. Itu saja.

Friend, how colourfulm we are, of different familes, of ifferent roots. We are more than friend… we are brother… we are the family… a single brotherhood. Ties of faid, binding us together. Friend… we are brother. Holding hands in unity toward one destiny infiting good forbiding evil, envesting in the herafter, upholding the Qur’an, realising the Sunnah. Let’s be brother, be brother in Islam.Brother.

Inner voice. Suara hati…

Doa…

Tuhan jamahlah hidupku

Yang kering dan hampa tanpa kasih

Atas kuasa-Mu kuter lahir

Dan hanya pada-Mu ku kembali

Dalam tangan-Mu ku pasrahkan

Jalan panjang hidupku yang kan ku empuh

Haanya pada-Mu ku memohon

Dan hanya pada-Mu ku bersujud

Tunjukan aku menuju jalan lurus-Mu

Agar aku bisa dapatkan ridha-Mu

Terangi aku dalam gelapnya duniaku

Agar aku bisa dapatkan ridha-Mu

Ya Allah… Ya Robbii…

Ya Rohman… Ya Rohiim…

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Kaifa halukum …? La’allakum bikhair.Amiin.

Sahabat…

Telah berlalu masa lalu itu, dan ia akan menjadi hal yang terjauh bagi kita. Masa depan adalah masa yang akan hadir. Adapun saat ini, adalah saat dimana sekarang engkau sedang bernafas, saat engkau membaca tulisan ini, kata ini.

Lalu…     

Kita pun tahu, masih ada kehidupan yang abadi, kelak. Maka adalah sebuah ke-nifaq-an (kemunafiqan) jika kita mengatakan hal itu namun kita sama sekali tidak mempercayainya.

Adapun kebahagiaan insya Allah akan diraih manakala kita meyakininya tanpa ragu. Dapatkan keindahah, indah… seindah rona senja di sore hari. Dan kita dapatkan kesejukan, sejuk….. sesejuk embun pagi….

Cahaya keteduhan itu… indahnya menyusup halus ke dalam memory otakku.
Dan ketika itu, seakan sejuk hadir dalam jiwa.
Entah apa itu namanya.
Mungkinkah itu satu kebahagiaan yang ku cari untuk temaniku menuju kebahagiaan yang sejati…, yang abadi…, selama-lamanya.
Telah lama ku memeram bayang-bayang itu yang selalu hiasi lamunanku.
Apakah engkau mendengar sedu sedan yang bergemuruh syahdu dalam hati?
bersama-sama, kita raih keridhaan-Nya.
Kita berdo’a. Amiin.